Shah Rukh Khan

1 08 2009

Assalammualaikum…

The King of Bollywood

The King of Bollywood

Wah, lama ga nge-blog, sekalinya nge-blog judulnya Shah Rukh Khan (SRK). Hehe Maafkan saya Sahabat, dikarenakan kesibukan, saya jarang sekali mengunjungi blog saya ini. Je suis desolee

Hmmm… Shah Rukh Khan. Kenapa terpikir untuk menulis tentang Shah Rukh Khan? Soalnya saya baru aja abis baca bukunya Beliau, yang judulnya “Shah Rukh Khan – The King of Bollywood” karangan Anupama Chopra.  Buat saya, buku ini luar biasa!

Buku ini bercerita tentang kisah hidup SRK, dimulai dengan cerita dia belum lahir alias cerita tentang percintaan ibu dan bapaknya, sampai kisah dia sukses seperti sekarang.  Hal yang membuat buku ini menarik adalah buku ini juga menggambarkan dengan sangat jelas tentang kehidupan masyarakat India.  Apa yang terjadi di India pada masa lampau, kehidupan politiknya (termasuk perseteruan dengan Pakistan), kehidupan sosial masyarakat disana, dan sejarah serta pengaruh industri film disana.

Banyak quote lucu di dalam buku ini. Beberapa terkesan mengejek, tetapi tetap saja menggelitik. Contohnya, ketika menggambarkan film India di tahun 1990an, penulisnya menulis:  “Tokoh utama pria, tanpa cedera, bisa menang berkelahi melawan 10 orang. Tokoh utama wanita, mengenakan rok mini trendi dan tarian menggoda, tapi tetap perawan sampai akhir film.”

Jujur, Bollywood berhasil memenangkan hati saya. Hehehe Saya sering kali menjadi bahan ejekan karna suka nonton India. Tapi, saya ga peduli. Lha orang suka, mau bagaimana lagi?? Kebiasaan menonton film India sudah saya alami sejak tahun 1998.  Tapi saya hanya suka menonton film India yang berasal dari tahun 2000an, bukan tahun di bawahnya.  Dan kebiasaan itu masih berlangsung sampai sekarang, meski sekarang saya lebih selektif dalam menonton.  Ya, saya memang penggembar film. Semuanya, asalkan bagus, tak peduli dari negara mana, saya suka. Terutama film bergenre drama, komedi, romantis.

Banyak hal yang saya suka dari film India.  Film India itu biasanya sangat menjujung tinggi norma.  Seks bebas adalah hal yang tabu untuk ditampilkan (meskipun sekarang film2 India yang mengangkat hal ini semakin banyak).  Seorang anak biasanya terkenal sangat “nurut” sama orang tua, restu orang tua adalah segalanya.  Mereka juga terkenal sangat cinta tanah air, meskipun telah mengecap kehidupan di dunia barat.  Dan bagian yang paling saya suka adalah “happy ending!”.

Sangat jarang film India yang berakhir sad ending.  Everything seems unrealistic,  But some people love it! Ya itulah film India.  Bagi saya, “happy ending” adalah salah satu bentuk rasa optimis.  Meski terkadang terkesan naif, tapi inilah dunia hiburan.  Jadi biarkanlah film India menghibur dengan caranya sendiri.

Life is like a film, it always has a happy ending and if there is no happy ending it means that the film is not done yet.

(Quote from film: “Om Shanti Om”- 2007)