Biopsychology

27 01 2009

Huff… Seharian yang melelahkan.  Hari ini saya seharian di kampus tercinta menghadiri Konferensi Nasional Biopsikologi. Banyak banget hal-hal menarik yang saya dapatkan hari ini.  Sampai-sampai membuat kepala saya agak pusing karena cognitive overload.  Bagaimana tidak, hari ini saya kurang lebih mendengarkan resume dari lima belas penelitian. Tapi jadi ingat omongan sahabat saya tadi, “Ga-pa-pa Dud, cognitive overload, daripada problem overload?” Hehehehe Ada benarnya juga, kita memang harus selalu bersyukur, Bukan?

Apa sih sebenarnya biopsikologi itu? Dan apa yang saya dapatkan disana? Hmm.. Rasanya terlalu panjang jika saya harus menulis semuanya disini, tetapi saya akan mencoba sedikit merangkumkan saja.

Biopsikologi merupakan salah satu perspektif keilmuan dalam khasanah ilmu psikologis yang mencoba menjawab fenomena psikologis dengan pemahaman fisiologis (biologi). Jadi bisa sahabat bayangkan, hari ini telinga saya sangat akrab dengan istilah otak, gen, kromosom, neuron, hormon, dan teman-temannya.

Sewaktu saya membaca buku abstract compilaton, yang merupakan rangkuman penelitian yang akan dipresentasikan, ada kata-kata yang membuat saya tertegun dan berpikir…

“Dengan demikian membicarakan keterkaitan antara kesehatan mental dan neuropsikologis sangat menarik karena memberi wawasan baru, seperti mengapa individu menjadi begini  atau begitu bla bla bla bla bla…. Mengapa orang yang selalu membaca Al-Quran dijamin tidak pikun dan masih banyak lagi”

Mengapa??

Ternyata jawabannya, saya temukan di presentasi salah seorang dosen saya yang sangat cantik. Di slide-nya, si Ibu menjelaskan tentang otak kiri Vs otak kanan.  Ternyata ketika kita sedang menulis dan membaca tulisan atau angka latin, otak kiri kita berperan yang dalam memproses kata.  Tetapi hal ini berbeda ketika kita menulis dan membaca huruf Arab. Karena pada tulisan atau angka Arab yang kita baca dari kanan, diperlukan dua belahan otak yang aktif.

Saya jadi ingat kata-kata sahabat saya dulu. Dia pernah berkata kalau saya sering ngaji dan banyak menghapal ayat suci Al-Quran maka kemampuan saya untuk menghapal dan mengerjakan hal yang lain menjadi lebih mudah.   Pertamanya saya ga gitu ngeh dan sempat mikir apa hubungannya?? Tapi dengan sedikit ilmu yang saya dapatkan hari ini, saya bisa mengambil suatu kesimpulan kecil meskipun belum terlalu memuaskan rasa ingin tau saya. Menakjubkan.

Saya berpikir, ini adalah salah satu perspektif ilmu psikologi yang sangat menarik.  Dimana dasar biologi dijadikan sebagai bahan pertimbangan khasanah ilmu psikologi selain dasar sosial, agama, sosiologi, lingkungan dan sebagainya.  Hal ini membuat saya menyadari, dibalik “kesederhanaannya”, ternyata ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat kaya dan sangat menarik untuk dipelajari.  Bukan begitu teman-teman? :)

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q. S. Al Jaatsiyah :13)





Ada Yang Hilang

27 01 2009

Sudah lewat tengah malam sekarang, tapi saya ingin sekali menulis. Habis ngeliat-ngeliat foto2 temen2 di Facebook, buat saya merasakan ada yang hilang. Entah kenapa, tapi saya merasa saya mulai “jauh” dari mereka. Siapa?? Hmm… Teman2 kampus saya.

Saya tidak tau apa yang menyebabkan saya merasa jauh dengan mereka.  Mungkin kesibukan saya dengan kegiatan di luar kampus menyebabkan kita jarang main bareng lagi. Atau emang sekarang memang saatnya kita jarang untuk sama2 lagi (karna kita sudah angkatan tua tentunya.. :) ) Huff… Apapun itu, yang pasti itu membuat saya merasa kehilangan.

Ada sih beberapa teman kampus yang tetap dekat dengan saya.  Sahabat-sahabat saya tentunya. Yang selalu saya curhatin tentang si dia, dia atau dia yang menyebalkan itu! Karna mungkin mereka yang tau tentang kisah lengkap saya dari awal bersama dia, dia atau dia yang menyebalkan itu! Sampai-sampai seorang sahabat saya berkata, “Yampun… Dari awal masuk kuliah, sampai sekarang udah mau lulus, ceritanya tetap dia, dia atau dia yang menyebalkan itu!”

Tapi akhir-akhir ini saya juga tidak punya banyak bahan gosip tentang dia, dia atau dia (halah… apaan sih ini?? siapa sih dia yang menyebalkan itu??), sehingga saya juga jarang contact dengan sahabat2 saya yang sering banget saya curhatin itu.  Dan ya itu akibatnya, saya merasa ada yang hilang.

Jujur, saya rindu kebersamaan itu.  Kebersamaan ala cewe2 psikologi yang kerjanya agak sedikit “hedonis” alias hobi banget keliling mall buat belanja belinji, atau sekedar nginep di satu rumah (atau kos), trus ngobrol sampe pagi, atau nangis2 bareng gara2 ada masalah sama pacar. OMG, saya bahkan lupa, saya sekarang ga punya pacar! Hahahaha

Selain sahabat-sahabat perempuan saya, saya juga kangen sahabat-sahabat laki-laki saya.  Ya, para lelaki itu.  Cowo2 psikologi, yang pinter banget mengayomi curhatan wanita.  Entah karna mereka juga adalah para calon psikolog atau karna mereka kebanyakan bergaul dengan para wanita.  Mereka, para lelaki psikologi yang berpakaian rapi dan wangi, yang sempat mengisi hari-hari saya dengan tawa, menemani curhat-curhatan saya, main ke rumah saya sekedar untuk bermain dengan ponakan saya atau saya menemani mereka main basket, atau apalah itu. Yang pasti saya kangen sama mereka.

Saya ga tau kenapa, tapi ada beberapa orang yang saking “jauh” nya dengan saya, saya merasa susah untuk dekat lagi.  Mungkin saya bisa “say hi” sama mereka, tapi sekedar “say hi“.  Entah kenapa, rasa kebersamaan kita yang pernah ada menghilang.  Mungkin karna saya sudah sangat jarang bersama dengan mereka selama ini.  Saya seolah-olah menjauh dari kehidupan mereka.  Sebenarnya saya ga punya niat seperti itu, tetapi hal itu seperti terjadi begitu saja.  Mungkin ada sedikit penjelasan yang menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi, tapi saya merasa ga perlu buat membahasnya disini.

Hmm…. Saya ga tau kemana tulisan ini akan bermuara.  Saya hanya sekedar ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan.  Saya berharap, teman2 yang membaca tulisan ini tau, bagaimana saya merindukan kalian.  Bagaimana saya sebenarnya merindukan kebersamaan kita dulu.  Saya berharap, meskipun suatu saat kita akan berpisah (karna satu per satu juga sudah mulai pendadaran!!!), kita bisa tetap saling bersilaturahmi. Semoga. Amin.

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”  (Q. S. An Nisaa’ 69)





Wanita Itu

25 01 2009

Wanita itu tersenyum, manis sekali.
Matanya bersinar, penuh dengan mimpi.

Dia bertutur kata yang baik,
Sehingga orang di dekatnya merasa nyaman.
Dia suka tertawa,
Hanya untuk menyenangkan hati sahabatnya.
Meskipun terkadang,
Dia sama sekali tak merasa ada yang lucu.

Aneh memang.
Tapi itulah keunikannya.

Selalu ingin orang lain tahu bahwa dia baik-baik saja.
Padahal hatinya berkecamuk, atau mungkin sedang terluka.

Sakit itu, disimpannya sendiri.
Hanya dibagi untuk orang yang dia segani.
Ayahnya, Ibunya, dan beberapa sahabat terbaiknya.

Wanita itu wanita yang hebat.
Di balik tubuh kecilnya, dia sangat kuat.
Karna dia yakin ada Sang Maha.
Yang selalu menghapus air matanya,
Supaya dia bisa tidur nyenyak malam ini.

Mungkin kalian tak percaya,
Wanita itu adalah dia.
Seseorang yang baru saja ku kenal kemarin sore.


*Untuk dia, tetaplah menjadi adikku yang ceria.





Facial Feedback Hypothesis

25 01 2009

Abis blog-walking ke blognya seorang sahabat, aku menemukan kata-kata yang menginsiprasi:

“We don’t laugh because we’re happy, but we’re happy because we laugh”

Hmmm…. Apakah benar seperti itu?? Apakah kita tertawa karena kita gembira? Atau kita gembira maka kita tertawa? Lho kok malah makin bikin pusing?? hehehe

Sebenarnya bahasan ini sudah cukup familiar di telinga anak psikologi.  Terutama yang mengambil mata kuliah psikologi Emosi bersama Bu Nida Ul Hasanat a.k.a dosen pembimbing skripsi saya.  Di kuliah itu, Beliau sering banget mengemukakan tentang teori “Facial feedback hypothesis“. Lalu, apa itu Facial feedback hypothesis dan apa hubungannya dengan quote di atas?

Baiklah, saya akan mencoba untuk menjelaskannya.

Facial feedback hypothesis states that facial movement can influence emotional experience. For example, an individual who is forced to smile during a social event will actually come to find the event more of an enjoyable experience. (source: wikipedia.org)

Terdapat suatu hipotesis yang disebut dengan facial feedback hypothesis. Yang mengatakan bahwa gerakan di wajah dapat mempengaruhi emosi dalam diri kita.  Sebagai contoh, ketika kita tersenyum, maka secara tidak sadar, kita akan merasa senang. Hal ini terjadi karena otak kita sudah ‘mengingat’ pernyataan bahwa ketika sedang merasa senang maka kita akan tersenyum. Dan jika hal ini di balik, ketika kita tersenyum, maka otak kita akan memanggil ‘rasa’ yang sangat dekat dengan senyum itu yaitu emosi senang.  Kalau di gambarkan maka ilustrasinya seperti ini:

EVENT –>  FACIAL CHANGES  –> EMOTION

Jadi, apakah kita tertawa karena kita gembira? Atau kita gembira maka kita tertawa? Ya, bisa jadi dua-duanya. :)





Dunia Cewe itu Menyenangkaaannn…..

25 01 2009

dunia cewek

dunia cewek

Pagi!

Siap!

Semangat!

Akhirnya aku menambahkan kategori baru dalam blogku,, yaitu: ceria selalu.

Selama ini mungkin temen-temen suka melihat blog ku agak serius meskipun tulisannya ga berat-berat banget.. Tapi karna pada dasarnya aku termasuk orang yang suka dengan sesuatu yang seimbang… Maka aku membuat kategori ini untuk menyeimbangkan. Supaya apa?? Supaya dibalik pemikiranku yang serius, tajam dan terpercaya (seperti taglinenya berita di TV), aku juga bisa selalu ceriaa… Karna kasian, jika di usia yang makin matang,,,trus aku kurang ceria takutnya malah makin cepat terlihat matang… Wuuuaaahhhhh…..

Ok, kali ini aku akan membahas bahasan tentang dunia cewe yang sangat menyenangkan. Kenapa aku memilih bahasan ini?? Karna akhir-akhir ini, bergaul dengan beberapa lelaki dari dunia yang sangat lelaki (Baca: fakultas teknik) yang bahkan menjadikan wanita-wanita disana hampir serupa dengan lelaki, aku sering kali mendapat pergeseran pendapat dengan mereka tentang dua hal yang sangat menyenangkan untuk dibahas, yaitu: dunia laki-laki dan perempuan. Bahkan karna sangat menyenangkan, terdapat mata kuliah Psikologi Gender di Fakultas Psikologi yang secara khusus membahas keajaiban-keajaiban antara laki-laki dan perempuan.

Mungkin aku ga akan membahas tentang hal ini secara berat dan serius,, karna selain lupa dengan materi kuliah Psikologi Gender yang kuambil pas semester tiga (sekarang semester berapa Mel? Tujuh! Puass???), aku ingin berbagi hasil browsingku tadi tentang “enaknya jadi cewek“… Di artikel ini, membahas beberapa hal yang membuat dunia cewek itu sangatlah menyenangkan. Dan inilah hasil copy-paste-nya…. Taaarrrraaaaa:

Singkatan KO = Kata Orang

1. Cowok angkat barang berat
KO : Udah biasa, biarin aja nggak usah dibantuin
Cewek angkat barang berat
KO : Kesian banget, bantuin yuk..emang suaminya ke mana ?

2. Cowok pake baju cewek
KO : Idih mbak..mo ke mana ? suwit..suwit..
(bencong maksudnya)
Cewek pake baju cowok
KO : Cool..boleh juga..eksentrik

3. Cowok nganterin ceweknya orang
KO : Kamu siapa ? jedag..jedug (digebukin ama cowoknya yg cewek)
Cewek dianterin ama cowok orang lain
KO : Tetep aja yg digebugin yg cowok ama
cowoknya yg cewek, bingungkan..he..he..

4. Cowok suka shopping
KO : Amit-amit kayak cewek aja..
Cewek suka shopping
KO : Udah biasa maklumlah cewek :-P

5. Cowok muter-muter di mall
KO : Muter-muter terus, nggak beli-beli…kayak setrikaan nggak panas
Cewek muter-muter di mall
KO : Maklumlah belon ada yg cocok untuk dibeli..

6. Cowok ditraktir cewek
KO : Pelit banget sih..dasar cowok nggak modal
Cewek ditraktir cowok
KO : Emang seharusnya gitu

7. Cowok nangis ngeliat sinetron
KO : Dasar cengeng, gitu aja nangis…gengsi doongg !!
Cewek nangis ngeliat sinetron
KO : Bener2 berperasaan halus..dia pasti terharu..

8. Cowok nggak kerja
KO : Nggak punya malu
Cewek nggak kerja
KO : Lebih mementingkan keluarga

9. Cowok suka marah-marah
KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku nggak gitu
Cewek suka marah-marah
KO : Pasti dia lagi datang bulan

10. Cowok menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Gila
Cewek menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Cewek memang ajaib

11. Cowok idiot
KO : Malu-maluin
Cewek idiot
KO : Meskipun idiot kok tetep cantik sih

12. Cowok ngabisin duit istrinya
KO : Pasti buat selingkuh
Cewek ngabisin duit suaminya
KO : Itulah tugas cewek

Hahahaha…. Sangat menyenangkan bukan?? Itulah kenapa aku menyukai dunia cewek,,, dan sangat bersyukur menjadi seorang cewek…. Untuk tulisanku sebelumnya yang membahas tentang gender, bisa diklik di sini.

Sekian dan terima kasih…

:)





Bahasa Cinta

24 01 2009

Sudah sangat larut malam sekarang,, hampir dini hari.. Tapi semangat buat nulis lagi muncul. Habis chat sama adekku, yang sangat dewasa pada usianya, dan kita membahas tentang cinta. Ya,, apa lagi yang paling seru di bahas kalau bukan ini… :)

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta.  Maksudku jatuh cinta beneran. Bukan jatuh suka. Apa sih Mel? Hehehe  Tapi bagaimana kalau cinta itu tidak seharusnya ada? Ketika kita mencintai orang yang salah. Hmm… Adakah?? Mungkin bukan orang yang salah, tapi waktu yang salah. Atau mungkin situasi yang salah? Mboh lah… Ga ngerti juga,, Dah larut, ngomong juga makin ngelantur. Hehehe

“Bagaimana jika seorang laki-laki mencintai perempuan yang telah bersuami?”

Itu pertanyaan yang pernah kubahas bersama sahabat terbaikku di waktu itu,, klo ga salah waktu di warung Steak pas penyambutan pengurus baru FOSMA 2007-2008 part.2 (ingetin klo salah ya Na!).  Dan dia melontakan pertanyaan itu, dan langsung memberikan jawabannya. (dasar emang rada aneh nih anak,,, hehehe)…

“Mungkin hal terbaik yang bisa laki-laki itu lakukan adalah diam. Karena diam itulah bentuk cintanya.”

Ya, Diam.  Mungkin itulah cara yang terbaik. Ketika kita tidak diizinkan lagi untuk berkata-kata, ketika kita tidak diizinkan lagi untuk lancang melangkah. Tapi tak perlu kita bersedih. Karna diam adalah salah satu bahasa cinta.

‘Allah Maha Pencemburu,

itulah alasan mengapa aku tak boleh mencintaimu dengan terlalu.’

Jogja, 24 Januari 2008, 02:34





Pe-eR yang Mengasyikan!

17 01 2009

resizesiluet

Maaf mungkin terkesan sedikit basi, tapi aku baru ‘nyadar’ kalo aku punya Pe-eR dari Nana “10 thing about Emeld”. Ok, sekali lagi “Better late than never, kan Na??” hohoho

Baiklah, karena malam sudah semakin larut, marilah kita mulai…

1.    Lovable!
Kata itu adalah yang pertama kali aku ingat waktu disuruh mendeskripsikan diriku dalam satu kata.  Maaf, bukannya ke Ge-eR an tapi aku memang merasa kalau banyak orang yang menyayangiku. Kadang-kadang, mereka baru kenal aku sebulan dua bulan tapi udah bilang sayang ma aku! Hohoho Jangan mikir macem2! Ini konteksnya teman lho… Ga lebih.

2.    Single.
I am not married yet, so Im single! Hahahaha basi banget nulis ini…

3.    Available
Hmmm… Available maksudnya bukan seperti yang dalam otak temen2 pikirkan. Maksudnya, aku itu available buat apa aja. (dengan catatan kalau aku lagi ga terlalu sibuk tentunya!). Aku available buat diajak jalan2, diajak shoping, diajak olahraga (renang, bulu tangkis, jojing jojing jojing, bowling, bahkan sebenarnya aku suka diajak bilyard lho… meski ga pinter maennya,,,), diajak curhat, diajak beribadah juga, semuanya available. Maaf klo rada-rada ga nyambung,, dah mulai ngantuk soalnya. Hehehe

4.    Eligible
Aku ga mau sih nulis ini, tapi banyak yang bilang kalau aku calon istri yang baik, wakakaka! Aminnn…

So, I am lovable, single, available and eligible! Hohoho next…..

5.    Joyful
Seorang sahabat terbaikku pernah mendeskripsikan aku dalam satu kata, joyful.  Dan aku menerima pernyataan itu! :p  Aku suka becanda, aku agak jahil (walau ga parah bgt), terkadang aku lucu, tapi kadang-kadang malah jayus… Huff…

6.    Beautiful
Ga ada niat untuk membangga-banggakan diri dan merasa cantik sendiri, karna segala puji hanya milik Allah.  Tapi aku berusaha banget untuk menghargai ciptaan-Nya dengan mensyukuri segala yang aku miliki.

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At Tiin: 1-4)

7.    Mellow
Ini salah satu sifat yang cukup berperan dalam diriku… Aku suka mellow! Huff… Pengen banget bisa ngurangi sifat mellow-ku yang rada lebay ini.  Aku suka nangis nonton film, suka terbawa perasaan sendiri kalau denger lagu sedih, trus jadi sedih sendiri,,, Tapi ketika si mellow itu datang, aku berusaha banget buat  ngebalikin itu semua kepada sang Maha Pembolak Balik Hati. :)

8.    Optimis
Aku ini pemimpi.  Aku suka bermimpi.  Tapi bukan ambisius.  Aku hanya optimis. Ketika aku punya mimpi, aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk mimpi itu.  Aku yakin, menang atau kalah semua akan ada hikmahnya. Everything happens for reason, right?


9.    Explorer
Aku suka mencoba hal-hal baru.  Terkadang aku mencoba hal yang ekstrim berlawanan.  Aku bisa ikut kegiatan yang sangat laki-laki, seperti taek won do, tapi tiba-tiba bisa menjadi sangat centil seperti anak-anak perempuan kebanyakan. Hahahaha yang pasti, aku suka bertemu dengan orang baru, aku suka mencari pengalaman baru, itu kenapa aku suka berkelana dan menjadi seperti Dora, the explorer!

10.    Pembelajar
Aku suka belajar! Aku suka belajar di kampus meski aku ga terlalu study-oriented, tapi sejujurnya aku menyukai kegiatan perkuliahan.  Aku suka belajar dari organisasi, aku suka belajar dari orang-orang di sekelilingku, aku suka belajar dari hal-hal yang aku alami, aku rasakan dan aku observasi.  Dan aku suka banget belajar dari kesalahan-kesalahanku.  Karna meskipun ga kubuka terlalu ‘terbuka’ disini, tapi aku mempunyai banyak sekali kesalahan-kesalahan.  Aku masih mempunyai banyak sekali kekurangan.  Bahkan sesuatu yang aku pikir itu kelebihanku pun bisa jadi ternyata merupakan kekuranganku. Tapi yang pasti, aku akan selalu belajar memperbaiki diriku dari hari ke hari. Amin.

Ok, akhirnya selesai juga Pe-eR ini. Makasih buat Nana karna ternyata ini adalah Pe-eR yang sangat menyenangkan. Mungkin kalau mau mendeskripsikan diriku ga cukup hanya dengan “10 thing”, tapi kata-kata di ataslah yang keluar secara spontan di otakku, jadi kata-kata itulah yang kutulis (bahkan dengan sedikit sekali editan).   Mungkin suatu saat aku akan nulis “10 thing about Emeld, part 2!”) karna ini sangat menyenangkan! Kidding! Hohoho dan berarti aku akan menugaskan Pe-eR ini ke beberapa temanku, right? Ini aturan mainnya:

Each blogger must post these rules
Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names
Dont forget to leave them a comment telling them they have been tagged and to read your blog.

Dan orang-orang yang beruntung itu adalah…

  • Danto: Siap ya Don, kamu bisa!!!!
  • Dunk2: Asyik lho Dunk, cobain deehhh…
  • Joice: Neng, aku ada Pe-eR menyenangkan ini buat kamuuuu
  • Rodra: Pengen lihat tulisanmu dalam ‘bentuk’ lain. Apakah masih tetap romantiss?? Hehehe
  • Nike: Apa Nike pernah dapet Pe-eR kayak gini sebelumnya? Atau udah nulis jangan2? Hohoho
  • Kalisa: Sekali-sekali Pe-eR nya dari mb Emel ya.. jangan dari Mas Danto truuusss….
  • Mas Windy: Ayo Mas, dicobaaaa….
  • Udjo: Buat selucu mungkin Kang….
  • Subhan: Ayo Pak Ustadz,, jangan lupa tausiah-nya, hohoho
  • Thatha: Tha… Aku kangen kamu… Lho kok ga nyambung?? Hehehe

Semangad! Untuk esok yang ceria.





Cinta Membara

16 01 2009
the cover

the cover

Sewaktu saya berada di sebuah toko buku, saya melihat sebuah buku yang berjudul “Brain Management for Self Improvement” karya dr. H. Taufik Pasiak, M. Pd.I, M.Kes. Kalau saya tidak salah (tolong diingatkan bila salah, hehehe) buku itu adalah buku yang pernah ditunjukkan oleh seorang narasumber pengajian “Sajadah 165” yang saya hadiri beberapa bulan yang lalu.  Didorong oleh rasa tertarik, saya mengambil buku contoh yang sudah tak berplastik lagi.

Ternyata di dalam buku itu terdiri dari banyak sekali pokok bahasan yang membahas tentang keajaiban otak manusia.  Ada satu pokok bahasan yang membuat saya tertarik, yaitu bahasan “Cinta Membara” pada halaman 223-227. Bahasan itu mengingatkan saya pada komentar seorang sahabat postingan saya sebelumnya “Karena Cinta Tak Butuh Alasan” yang mengomentari tulisan saya dengan kata-kata, “waduh… kok mirip sama gejala2 cinta itu buta ya?? hehe”

Hal menarik yang saya temukan di buku ini adalah bahwa memang benar cinta membara sangat mirip dengan gejala-gejala “Cinta itu Buta”.  Saya akan meringkaskan sedikit bagian di dalam buku ini,

“Ketika kita jatuh cinta, semua zat kimia dalam tubuh , terutama dopamin dan oksitosin dalam otak mengalami fluktuasi dalam darah.  Ini yang menjelaskan mengapa ketika seseorang jatuh cinta, ia dapat melakukan apa saja yang dalam situasi normal yang tidak mungkin dilakukan…. Tahukah Anda bahwa jatuh cinta yang membara memiliki fenomena kimiawi yang sama dengan gangguan jiwa bernama Obsesif-Komplusif (OCD)? Monatella Marazitti, prefesor psikiatri dari Universitas Pisa Italia, membandingkan kadar serotonin (zat kimia yang diproduksi otak) pada 24 orang yang sedang jatuh cinta pada enam bulan terakhir dengan para penderita OCD dan orang yang tidak kasmaran atau mengalami OCD. Hasilnya bahwa kadar serotonin pada orang yang jatuh cinta dan pendetita OCD turun hingga 40 persen di bawah normal.  Walaupun tidak dikatakan secara eksplisit, tetapi tersimpulkan dari riset ini bahwa orang yang sedang jatuh cinta menjadi sangat irasional dan kehilangan nalar yang kritis, seperti halnya penderita gangguan jiwa.”

Wow! Itu adalah kata yang saya pikirkan sewatu membaca penjelasan itu.  Begitu hebatnya kekuatan cinta dan peranan emosi cinta.   Saya jadi ingat sewaktu di mata kuliah Psikologi Emosi, saya dan beberapa teman memilih tema emosi “cinta” untuk didiskusikan di saat ujian akhir, dan saya merasa sedikit kesulitan untuk menemukan definisi yang baku mengenai hal tersebut.   Tetapi ada hal yang membuat saya tersenyum ketika saya membaca paragraf selanjutnya di buku tersebut,

“Sayangnya ada sesuatu yang kurang menggembirakan dari gelora cinta membara itu.  Perasaan itu tidak berlangsung lama dan cepat hilang.  Tidak percaya? Tunggulah paling sedikit  satu tahun, maka istri atau suami Anda akan berkata dengan lantang, “makan itu CINTA!” Hati-hati karena jatuh cinta itu berbahaya!”

Dan dari semua bahasan di chapter itu, saya paling menyukai paragraf terakhirnya,

“Saya pikir, motivasi terbaik dari pernikahan adalah cinta yang dipupuk dengan spiritualitas. Tumbuhkanlah cinta yang membara, tetapi periharalah dengan spiritualitas.”

Inspiring!





11 Januari

11 01 2009

Hmm… Hari ini tanggal 11 Januari.  Hampir setiap radio memutar lagu yang di populerkan oleh grup band GIGI itu.  Selain itu, hari ini juga ulang tahunnya sebuah stasiun TV swasta a.k.a indosiar, dan hari ulang tahun sahabat saya yang teraneh di dunia, Pak Danto Adityo, Calon Sarjana Teknik.  Dan berhubung dengan ulang tahun sahabat saya yang aneh tersebut, saya teringat kejadian aneh yang kita lakukan tadi pagi terhadapnya.  Saya tidak mau menceritakan secara detail keanehan tersebut karena saya tidak suka membuka ‘aib’ seseorang, walaupun nantinya sepertinya juga akan ditulis dengan ‘adik-adik’  mas Danto di blognya para BUFfers.

Tapi ada satu hal yang saya suka dari hari ini, ketika tadi kita di sunday morning UGM, kita berkumpul bersama.  Ketika itu kita tertawa bersama.  Saya merasakan suatu rasa baru.  Rasa bahagia bersama mereka.  Rasa yang mengingatkanku bahwa kita sedang bermimpi bersama, kita sedang berjuang bersama,  dan pada saat itu, saya merasakan bahwa saya sudah mendapatkan saudara-saudara baru lagi.

Saudara yang membuat diriku lupa akan rasa sepi.  Saudara yang membuatku merasa tak lagi sendiri. Single doesn’t mean lonely, yeah?? Hehehe Saudara yang membuatku belajar untuk bermimpi.  Saling menasehati.  Saling mengingatkan. Saling menyayangi.  Saling berbagi.

Tolong selalu Kau jaga persaudaraan ini Ya Allah, amin.

NB: Untuk semua saudaraku, aku sayang kalian.





Karena Cinta Tak Butuh Alasan

11 01 2009

Ada seorang wanita.  Suatu ketika, dia lagi curhat dengan sahabatnya.  Tentang seorang laki-laki yang amat dicintainya.  Wanita itu menceritakan perjalanan dan perjuangan cintanya bersama laki-laki itu.  Tentu sahabatnya heran melihatnya, melihat ada orang yang begitu keukeh dengan cintanya, walau terlalu banyak hambatan yang dihadapinya.
Lalu sahabatnya bertanya kepada wanita itu, “Berikan aku alasan kenapa kamu sangat mencintainya?”
Wanita itu kemudian tertawa, dan berkata, “Alasan? Cinta tidak butuh alasan Sahabatku…”
Sahabatnya menjawab, “Tapi kamu pasti punya alasan untuk itu.”
Wanita itu lalu berkata, “Kalau kau bertanya alasan mengapa aku mencintainya, aku punya sejuta alasan.  Tapi itu semua tidak penting.”
Tentu sahabatnya menjadi semakin binggung, “Maksudmu?”
Sang wanita lalu menjawab, “Aku menyukai wajah tampannya.  Tapi kalaupun nanti dia sudah tak lagi tampan, aku yakin aku akan tetap mencintainya.  Aku menyukai badannya yang kuat dan sehat.  Tapi kalau pun nanti dia sudah suka sakit-sakitan dan tak bisa apa-apa, aku yakin aku akan tetap mencintainya.   Aku menyukai kepintaran dan cara pikirnya.  Tapi kalau pun dia tidak sepintar yang aku harapkan, aku akan tetap mencintainya.  Dan masih banyak lagi yang kusuka dari dirinya, tapi itu semua tidak penting.  Karena cinta tidak butuh alasan.