
Huff… Seharian yang melelahkan. Hari ini saya seharian di kampus tercinta menghadiri Konferensi Nasional Biopsikologi. Banyak banget hal-hal menarik yang saya dapatkan hari ini. Sampai-sampai membuat kepala saya agak pusing karena cognitive overload. Bagaimana tidak, hari ini saya kurang lebih mendengarkan resume dari lima belas penelitian. Tapi jadi ingat omongan sahabat saya tadi, “Ga-pa-pa Dud, cognitive overload, daripada problem overload?” Hehehehe Ada benarnya juga, kita memang harus selalu bersyukur, Bukan?
Apa sih sebenarnya biopsikologi itu? Dan apa yang saya dapatkan disana? Hmm.. Rasanya terlalu panjang jika saya harus menulis semuanya disini, tetapi saya akan mencoba sedikit merangkumkan saja.
Biopsikologi merupakan salah satu perspektif keilmuan dalam khasanah ilmu psikologis yang mencoba menjawab fenomena psikologis dengan pemahaman fisiologis (biologi). Jadi bisa sahabat bayangkan, hari ini telinga saya sangat akrab dengan istilah otak, gen, kromosom, neuron, hormon, dan teman-temannya.
Sewaktu saya membaca buku abstract compilaton, yang merupakan rangkuman penelitian yang akan dipresentasikan, ada kata-kata yang membuat saya tertegun dan berpikir…
“Dengan demikian membicarakan keterkaitan antara kesehatan mental dan neuropsikologis sangat menarik karena memberi wawasan baru, seperti mengapa individu menjadi begini atau begitu bla bla bla bla bla…. Mengapa orang yang selalu membaca Al-Quran dijamin tidak pikun dan masih banyak lagi”
Mengapa??
Ternyata jawabannya, saya temukan di presentasi salah seorang dosen saya yang sangat cantik. Di slide-nya, si Ibu menjelaskan tentang otak kiri Vs otak kanan. Ternyata ketika kita sedang menulis dan membaca tulisan atau angka latin, otak kiri kita berperan yang dalam memproses kata. Tetapi hal ini berbeda ketika kita menulis dan membaca huruf Arab. Karena pada tulisan atau angka Arab yang kita baca dari kanan, diperlukan dua belahan otak yang aktif.
Saya jadi ingat kata-kata sahabat saya dulu. Dia pernah berkata kalau saya sering ngaji dan banyak menghapal ayat suci Al-Quran maka kemampuan saya untuk menghapal dan mengerjakan hal yang lain menjadi lebih mudah. Pertamanya saya ga gitu ngeh dan sempat mikir apa hubungannya?? Tapi dengan sedikit ilmu yang saya dapatkan hari ini, saya bisa mengambil suatu kesimpulan kecil meskipun belum terlalu memuaskan rasa ingin tau saya. Menakjubkan.
Saya berpikir, ini adalah salah satu perspektif ilmu psikologi yang sangat menarik. Dimana dasar biologi dijadikan sebagai bahan pertimbangan khasanah ilmu psikologi selain dasar sosial, agama, sosiologi, lingkungan dan sebagainya. Hal ini membuat saya menyadari, dibalik “kesederhanaannya”, ternyata ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat kaya dan sangat menarik untuk dipelajari. Bukan begitu teman-teman?
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q. S. Al Jaatsiyah :13)






Ada seorang wanita. Suatu ketika, dia lagi curhat dengan sahabatnya. Tentang seorang laki-laki yang amat dicintainya. Wanita itu menceritakan perjalanan dan perjuangan cintanya bersama laki-laki itu. Tentu sahabatnya heran melihatnya, melihat ada orang yang begitu keukeh dengan cintanya, walau terlalu banyak hambatan yang dihadapinya.
Recent Comments