Diam

15 11 2008

Bukan maksudku diam.
Bukan maksudku bungkam.

Aku hanya memberi waktu,
pada nalarku dan nalarmu.
Sebelum hati ini membatu,
terbuai oleh rasa yang semu.

Bukan maksudku diam.
Bukan maksudku bungkam.

Sakit, menggigit.
Menusuk, merasuk.
Tak puas sampai ambang pertahanan terlemah.

Bisa kau bayangkan Kawan?

Ah, kau tak pernah tahu.
Karna bukan aku yang sebenarnya acuh.

Jadi biarkan aku diam.
Jadi biarkan aku bungkam.

Dan biarkan juga ini menjadi rahasia,
hanya antara aku dan Dia.


Actions

Information

20 responses

15 11 2008
-=aMiTa=-

emeeeeeelllddd,,,

tiap kali aku baca blg mu,,
tiap kali itu pula aku tertegun,,
indaaaahhhh…

puisinyaaaa,,
kapan2 aku diajarin ya, mel..

lupyuuw..

16 11 2008
emeld

ah Ami,,, makasih… :)
Ge segitunya Bu… masih banyak puisi2 yg lbh bgs dr punyaku, hehehe
anyway, thx ya…

16 11 2008
rodra

Katanya
seorang sahabat itu
mengerti apa yang sahabatnya ingin katakan
Walaupun dalam diam….

:)

rodra

16 11 2008
ali

ehmm
diam yah
diam memang terkadang hikmah
diam terkadang sebuah penyelesaian terbaik
namun adakalanya
diam ada pada posisi yang salah
oleh karena itu
terkadang kita harus memaksa diri kita untuk tidak diam
tidak terbawa oleh emosi sesaat

16 11 2008
takaselaluada

diam

diam

merayap.. datang seekor nyamukk

HAPPP lalu ditangkapp

ramaikan blogku yaaa mba emelll

17 11 2008
emeld

hehehehe
tapi ini hanya Kawan,, bukan Sahabat…
jadi dia ga terlalu mengerti :p

18 11 2008
pamukti

wah mantab puisinya… ada tips buat pemula gak?
lam kenal y..

18 11 2008
rodra

You love the wordplay aren’t you?
hehe

19 11 2008
nyamukbingung

lama-lama kau mulai menunjukkan bakatmu sebagai perangkai kata-kata indah dud,, :)

19 11 2008
Itmam Aulia

akupun terdiam (zzz…zzz….zzz…)nyenyak! he,,he,, coz d sni lgi musim dingin cih..!! eh meld aku link blognya tuh! link balik jg boleh :)

20 11 2008
emeld

ali: yup2 emang ga harus dipaksakan buat diam,, karna ada tali silaturahmi yg harus tetap terjaga…

takslaluada: ya ya… ntar aku mampir!
hehehe

pamukti: tips? wah saya juga msi belajar kok mas… :)

mas fahri: aku bukan pujangga akhi… hehehe

itmam: ok, silakan… ntar ya insyaallah aku link balik… :)

25 11 2008
Ranny

diam..yah..lebih baik diam..

25 11 2008
podelz

kenapa tak kau pecahkan saja kacanya biar ramai, biar mengaduh sampai gadu (disadur dari pilem AADC :D )

28 11 2008
emeld

ranny & podelz: berlari ke hutan kemudian menyanyiku… (lho?? ikut2an :p)

29 11 2008
Rangga

Siiiiiiippp………………..

29 11 2008
Rangga

Jangan diem2…………. ntar gak dapet berita baru…………..

Heheheheheeeeeeeee…………….

1 12 2008
T-Ndut

De, ada berapa orang di puisi ini? 2 atau 3?
tp kk kira ada 2 orang..karena di bait terakhirnya, itu ditujuin buat smua orang yang baca ya?

hmmm…didiamkan oleh orang, siapa jg yg mau digituin? gak ada orang yang mau diacuhin (malah banyak yang cari perhatian, kan?)..karena sudah kodratnya kita sebagai makhluk sosial. ya ga?

terkadang sakit itu kita rasakan…
bersama kelu kesah….tapi bila kita sadar jalan ini yang harus kita tempuh untuk menhadapai tujuan itu. kenapa gak?

sama kyk kk sekarang, whatever they say ’bout i am…i don’t care…
walau kadang sakit hati juga..he5.

percayalah dengan dirimu sendiri
apa yang kamu kerjakan adalah yang ada di pikiranmu dan kamu harus mampu bertanggung jawab atas segala hasilnya
gagal, terima dan perbaiki
kurang baik, perbaiki
baik, pertahankan dan tingkatkan!!

[gimana, kulnya? dah selesai skripsinya? jaga diri... jaga kesehatan, makan yg teratur, jgn kena hepatitis lg ya!!!!]

maaf ya kalo gak nyambung…he5

2 12 2008
emeld

Rangga: emang ada gosip baru apaah??

T-ndut: Bait terakhir itu Dia Kak, jadi Tuhan maksudnya… :) yup2… makasih ya Kak…

2 12 2008
T-Ndut

ohhh….sorrry…gak ngeh sm “Dia”, padahal dah gede-gede tulisan “D” nya ya?
udah baca “Maryamah Karpov”? Lintang ya?

4 12 2008
emeld

hehehehe udah,,, ini lagi dibaca… :)

Leave a comment