Dunia adalah perhiasan.
Dan seindah-indah perhiasan adalah wanita yang shalehah.
………………………………………..
Cantik. Satu kata. Yang mempunyai banyak sekali persepsi. Ya, menelisik dari pernyataan Om Albert Einstein, tentang teori relativitasnya yang sangat terkenal itu, maka beberapa orang mencoba untuk menghubung-hubungkan semua hal dengan relativitas sehingga muncullah pernyataan umum bahwa “cantik itu relatif.”
Tidak bisa 100% disalahkan karna tidak ada bentuk baku dari definisi cantik itu sendiri. Sewaktu punya ide buat nulis tentang cantik, aku mencoba bertanya dengan beberapa teman laki (baca: cowok) tentang apa itu cantik dan bagaimana. Banyak jawaban dari mereka. Berbagai definisi. Tapi tak bisa dipungkiri, karna berkat komposisi otak cowok yang mirip, ada benang merahnya juga.
Tapi yang perlu dihargai adalah pernyataan mereka yang senada mengatakan bahwa cantik itu bukan cuma fisik. Ada kecantikan hati, sifat, kepribadian dan sebagainya. Walaupun pada akhirnya, mereka akan kembali mengatakan bahwa “ga bisa dipungkiri sih Mel, fisik itu juga penting.” Gimana sih??
Pesona wanita itu memang beragam. Ada yang bilang, wanita tomboy itu cantik. Ada juga yang suka wanita yang feminim yang sangat lembut. Ada yang menyukai wanita sedikit ‘nakal’. Ada yang suka wanita tegar dan mandiri. Ya kembali lagi, ke selera masing-masing. Bahkan, menurut iklan sebuah deterjen, seorang istri akan terlihat cantik ketika sedang mencuci pakaian. Ok, bisa diterima. Relativitas.
Definisi cantik itu pun berubah-ubah dari zaman ke zaman. Dulu, kaki wanita chinese yang diikat dan memakai sepatu yang sangat kecil sehingga kaki akan berukuran sangat kecil juga (foot binding) akan dianggap sebagai salah satu pesona kecantikan wanita. Sekarang, dengan mode yang selalu berubah-ubah, maka definisi cantik lebih sulit di-ajeg-kan. Tapi, dengan pengaruh media dan lingkungan, maka muncullah stereotype yang sama tentang cantik. Bahwa cantik itu berarti hidung mancung, putih, bentuk badan proposional, rambut bagus terawat dan sebagainya.
Beberapa icon kecantikan juga bermuncullan. Mulai dari zaman dahulu sekali seperti Cleopatra dan Nevertiti. Sampai zaman sekarang seperti Rianti, Tamara, Sandra Dewi, Asmirandah, Cinta Laura dan teman-teman (ini contoh versi artis Indonesianya!). Atau Charlize Theron dan Aishwaria Rai yang diimport dari luar. Hehehehe
Lalu bagaimana dengan wanita yang tidak memiliki fisik seperti stereotype cantik? Semua kembali ke pribadi masing-masing. Bagi yang bersyukur dengan pemberian-Nya, kemudian merawat apa yang telah dianugrahkan padanya, maka dia akan tetap terlihat cantik. Sebut saja Oprah. Menurutku, Oprah adalah wanita cantik. Dia terlihat smart dan menarik. Bagaimana menurutmu?
Yang kasihan, bagi yang mereka yang tak bersyukur. Mungkin ia sibuk mengeluhkan kekurangannya, sibuk bertanya “aku cantik ga sih?” atau malah sering berkata “aku kan jelek…”, ya sesuai hukum tarik-menarik, maka yang tampak pada dirinya adalah sesuatu yang tak menarik karna dia selalu berpikir bahwa dia tak cukup menarik.
Ada kalimat di atas yang aku garis bawahi, yaitu pernyataan: merawat apa yang dimilikinya. Aku menganggap hal ini merupakan poin yang sangat penting. Banyak wanita yang selalu menjunjung tinggi inner beauty, tetapi malah terkadang mengabaikan apa yang telah dimilikinya (outer beauty?). Ada pernyaan menarik dari sebuah majalah yang pernah kubaca. Kurang lebih isinya begini:” Seorang suami memang harus mencintai istrinya apa adanya, tapi seorang istri wajib untuk berusaha selalu tampik menarik dan cantik di depan suami”. Ya, karna seperti pernyataan teman-temanku sebelumnya, “ga bisa dipungkiri sih Mel, fisik itu juga penting.”
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka utamakanlah karena agamanya, niscaya engkau bahagia.” (H.R. Muslim)
Wallahu a’lam bishshawab.


biar simpel, buat saya mah semua perempuan itu teh Geulis,, semua lalakina teh Kasep euy,, karna gak ada kan, urang anu rela dipanggil jelek? pan menghargai ciptaan ALLAH ceritana teh….
Kata suami sayah, saya ‘cantik’
menurutku perempuan cantik itu perempuan yg bs menghargai dirinya dan orang lain..
itu saja..
ps: saia udah mampir jeung..
mari bergantian mampir..
Nana: Alangkah indahnya kalau semua org bisa berpikiran kayak kamu Na,, tp menurut ilmu psikologi, (gaya bgt ya gw, hehehe) masih banyak yg suka minder n ga pede ma diri mereka sendiri bahkan merasa jelek… Ya mungkin krn pengaruh media yg terlalu membesar2kan stereotip cantik kyk di iklan2 handbody, shampoo, sabun dll. btw, ttg hal ini, ada hadist yg kmrn kebaca ma emel…
Dari ‘Aisyah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kamu berkata: Khabusat nafsi’ (diriku buruk) tetapi katakanlah: Laqisat nafsi’ (diriku kurang)”
–> dgn mengatakan ‘diriku buruk’ seolah2 orang yg berkata mempelak Allah yang telah menjadikannya dgn sebaik2 rupa (At Tin, 95:4). Tetapi katakanlah ‘diriku kurang’ karna Allah memang sajalah yg Maha Sempurna.
Semoga bisa menambah kepahaman kita semua y Na…
Wallahu a’lam
Nike: menurutku kamu juga cantik koq Say…
Amita: Thx Mbak udah mampir… aku nyoba ngasih komen di blog mu tp ga bisa, hehehehe tenaanggg, dibaca kok mbak,,, hehehe
Aku inget pas kamu nanya ini… hehe..
ya memang sekarang lebih complicated kalo harus menilai mana yang cantik dan ngga…
Karena itu memang harus sejalan.. antara hati, otak dan fisik…
tapi konsep ini juga sebenernya beda dengan mencari pasangan…
kalo aku si memang ada kriteria tertentu tapi aku prefer yang bisa “klik” sama dia..
that’s my opinion..
warm regards,
rodra
cantik? bagiku adalah minimal dia cewek berjilbab. coz,dgn berjilbab paling tidak dia udah menjaga pandangan orang2 sekitarnya.. lagian cewek mana seh yg keliatan jelek kalo pake jilbab?!
* btw, nah sekarang blognya udah penuh dgn gambar,tuh meld.
rodra: yup… klik itu yg susah dicari Ro,,, hehehehehe
Krisosa: iyo Kak, akhirnya bergambar jugaa… hahahaha
nduk,,
mosok gk bs kasi komen siy??
ada huruf2 yg musti diisi itu y??
kmu pilih identity nya wordpress nduk..
klo tetep gk bs,,
wah ya berarti blm rejeki ku..
hukss..
keep writing yaaa..
ok2 mbak, ntar ta coba lagi ya… thx ya…
jadi inget salah satu quote di majalahnya emeld, “grooming (merawat diri) berarti mensyukuri nikmatNya”
iya,,, kmrn aku juga mau tulis ttg itu akhi… tapi lupa istilahnya, hehehehe
waw.. fantastis… saya seneng baca tulisannya ^_^
kata orang, cantik itu relatif, tapi jelek itu mutlah (lho? hehhee)
hmmm,,, selamat berusaha untuk menjadi wanita shalehah ^_^
Salam semangat….! ^_^
====================================
oiya mel, nick kamu kasih link ke blog kamu donk. caranya :
masuk ke admin => di kiri atas, ada ‘my account’, abis itu pilih yang ‘edit profile’ => nah, di halaman itu, ada yang namanya ‘website’, sok atuh diisi dg alamat blog kamu….
hehhee.. supaya mudah aja k blog kamunya… saya harus tanya mbah google dulu lho baru bisa nyampe ke blog kamu
hehehehe
iya mas,,, ntar diusahain …
makasih ya….
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS 14:7)
Memang watak manusia selalu merasa kekurangan dan tidak puas. Tapi kenapa kita tidak mensyukuri apa yang ada pada diri kita.
Belajar bersyukur, Insyaallah akan selalu merasa diri kita cantik
Tips untuk perempuan agar terlihat cantik:
Berjilbab, selalu berwudhu dan menjaga wudhu-nya.
SELALU BERWUDHU dan MENJAGA WUDHU-NYA. Subhanallah! tips-nya ajiieb banget dah! Bikin smakin cakep aje hehehehe
Bwat yang putri, dilengkapin sm JILBAB, makin cantik laah
Uhmm..ngomongin ‘BERWUDHU’ jadi mengingatkan DIRI SENDIRI neh. Selama ini apa bener kita udah berwudhu? Yup, Gak sekadar bersih2 RAGA dengan membasuh tangan, muka, kepala, hidung, telinga, kaki, dan berkumur-kumur. Gimana dengan JIWA kita? Sudahkah kita berusaha mensucikannya pula?
Afdolnya, saat kita berwudhu, gak cukup melafalkan doa berwudhu tapi kita mohon jg sm Allah:
“Ya Rabb, sucikanlah kedua tanganku ini, baru saja tanganku kupake utk melakukan hal2 yg gak bermanfaat, otak didalam kepalaku kupake buat mikirin yang enggak2, mulutku kupake buat ber-ghibah, mataku kupake bwat nonton pemandangan maksiat, telingaku kupake buat ndengerin gosip & fitnah, hidungku kupake buat membaui makanan yang syubhat bahkan haram, kakiku kulangkahkan ke tempat2 maksiat.”
“Ya Rabb, padahal kedua tangan ini adalah milik-Mu, mata ini adalah penglihatan-Mu, otak dan kepala ini adalah milik-Mu, telinga ini adalah pendengaran-Mu, hidung dan kedua kaki ini adalah milik-Mu pula. YA Rabb, Ampunilah aku yang kerap berbuat dzalim pada diri sendiri, sodaraku, serta makhluk2-Mu yang lain”
“Subhanallah, sesungguhnya hanyalah Engkau yang Maha Suci, Ya Rabb. Engkau yang mensucikan kami dari keburukan, melindungi kami dari godaan syaithan yang terkutuk”
…Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu). (Q.S Faathir 35:18)
Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (Q.S Asy Syams 91:8-10)
Wallahu’alam Bishshawab
Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadrat Tuhan kerana menjadikan kita perempuan dan memberikan keindahan-keindahan itu. Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua. Wajah akan suram, mata akan kelam. Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat keperempuanan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.
amin… bagus mbak kata2nyaa…
Memang benar meld, perhiasan yang paling indah yaitu wanita shaleha. Seorang laki-laki yang melihat wanita shaleha yang penyabar, seperti melihat sekuntum bunga mawar yang mekar di tengah gelombang kehidupan.
Yup, itu hadist Mas