
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”
-Arai-
“It is hard to fail, but it is worse never to have tried to succeed”
-Theodore Roosevelt-
Entah berapa banyak lagi kata-kata atau petuah dari orang-orang yang memberi kita semangat untuk bermimpi, berbuat dan meraih kesuksesan. Kenapa hal ini dianggap begitu penting? Karena setiap manusia pasti mempunyai mimpi. Bedanya, ada yang mempunyai mimpi kemudian berusaha mewujudkannya dan ada yang mempunyai mimpi tetapi hanya membiarkannya. Optimis dan pesimis.
Dalam teorinya “The Secret” dikatakan: ask, believe and receive.
Tahapan pertama kita disuruh untuk meminta, lalu tahapan kedua kita percaya dan yakin bahwa permintaan itu akan terkabul dan tahapan ketiga kita akan mendapatkan apa yang kita minta tersebut. Yang menarik dari teori ini bahwa kita harus percaya dan yakin. Dan itu tahapan yang paling sulit.
Semua orang bisa bermimpi. Semua orang bisa menerima atau mendapatkan apa yang diinginkannya. Tetapi yang paling sulit dan tidak semua orang bisa lakukan adalah percaya dan yakin akan mimpi-mimpinya tersebut. Banyak orang yang begitu pesimis dengan mimpinya.
Aku ingat sekali dengan perkataan seorang sahabat, “Aku mau seperti itu, tapi tak mau terlalu berharap, takutnya kecewa.” Sekarang yang ingin kutanyakan, bila keinginan kita tak tercapai, lepas dari kita terlalu berharap dan tak terlalu berharap, apa yang kita dapatkan? Sama-sama kecewa kan? Lalu kenapa tidak sekalian kita berharap saja? Hal itu akan memberi motivasi lebih dalam diri kita dibandingkan kita “setengah berharap”.
Beberapa hari yang lalu, aku beli buku “Catatan Hati di Setiap Sujudku” karangan Asma Nadia, dkk. Jujur, buku ini, seperti buku-buku Asma Nadia yang lain, benar-benar menginspirasi. Di buku ini dikisahkan beberapa cerita tentang pengalaman hidup orang-orang yang sudah merasa terjepit, tidak ada harapan, berputus asa dan kemudian karena keyakinan, mereka bisa kembali bangkit, menata harapan, dan meraih apa yang diinginkan.
Jangan naïf! Sering sekali muncul kata-kata itu dalam hati ketika kita bermimpi. Bagaimana bila mimpi itu tidak terwujud? Kita cuma manusia. Kita bisa berusaha tapi Tuhan juga yang menentukan. Ada satu ayat Al Quran dan satu hadist yang sangat kusuka yang juga dikutip di dalam bukunya Asma Nadia tersebut, yaitu:
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’…” (Q.S. Al Mukmin : 60)
Dan…
Rasul saw. Bersabda “Setiap orang yang berdoa, niscaya akan dikabulkan. Mungkin segera dikabulkan di dunia, bisa juga dikabulkan di akhirat kelak. Bisa juga, karena berdoa, dosa-dosa orang itu akan diampuni, yaitu sesuai dengan kadar dosanya. Selama ia tidak memohon perbuatan dosa atau tidak dalam keadaan memutuskan tali silaturahim.”
Aku menyadari, sebagai manusia, kita juga tidak boleh melampaui batas. Kita juga harus percaya dengan Qadha’ dan Qadar. Bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia telah ditetapkan oleh-Nya. Tapi itu bukan alasan untuk menjadikan kita pesimis dengan impian kita. Selama mimpi itu tidak menentang-Nya, kenapa kita harus takut dan pesimis? Kita bisa meminta izin-Nya, Ya Mujiib, Yang Maha Mengabulkan, untuk impian kita. Kita berdoa kepadanya. Bersungguh-sungguh berusaha. Berikhtiar. InsyaAllah… Doa kita akan terkabul.
Hmmm… sekali lagi, Keyakinan. Betapa besar kekuatan dari keyakinan itu… Ayo sahabat, mari kita bermimpi. Lalu kita berusaha sambil berdoa. InsyaAllah….

For sure, mel…
Setuju banget… We need dreams to stay alive…
Keep your dream alive…
It surely will help you…
Check out my blog if you want to…
q malah sudah berhenti “bermimpi”
Ro,,, blogmu udah ta masukin di link blogrollku… btw, kok suka ngepost di bulbo sih? kok ga di blog aja sekalian,,, padahal bgs lho kata2nya,,,
buat mas arif,,, kenapa berhenti bermimpi? bukankah impian itu yg membuat kita lebih hidup?
aq malah pengen bermimpi seakan besok itu kiamat… jadi selalu berusaha yang terbaik u hidup ini…. ga da yang sia2 dalam tiap detak jantungku yg eror ini^^
Arai bilang “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Uhmmm…jadi inget diskusi kita kemaren malem, Mel. Ternyata Allah itu lebih dan lebih dari yang Arai perkirakan, Mel.
Allah tak hanya memeluk mimpi-mimpi kita, Allah malah sudah terlebih dulu memberikannya pada kita (manusia) sebelum kita bermimpi. Saat ’sesuatu’ yg kita mimpikan ato dicita-citakan itu TERWUJUD untuk kita maka kita menganggap mimpi kita TERKABUL.
Dan Dia telah MENUNDUKKAN UNTUKMU apa yang di langit dan apa yang di bumi SEMUANYA, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang BERFIKIR. (Q.S Al Jaatsiyah : 13)
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan UNTUKMU. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (UNTUKMU) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada TANDA-TANDA (KEKUASAAN ALLAH) bagi KAUM yang MEMAHAMI (nya), (Q.S An Nahl : 12)
Tidakkah kamu PERHATIKAN sesungguhnya Allah telah MENUNDUKKAN untuk (KEPENTINGAN)MU apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan UNTUKMU nikmat-Nya LAHIR dan BATIN. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Q.S Luqman : 20)
Subhanallah! Segala Puji hanyalah milik Engkau, Ya Rabb!
So, saat kita slalu minta sesuatu melalui mimpi/cita-cita kita, saat itu pula sudahkah kita mengamalkan apa2 yg diperintahkan Allah pd kita? Allah sendiri sudah memberikan tuntunan-NYA buat kita melalui Al Qur’an.
Ampunilah kami, Ya Allah. Kami sungguh-sungguh malu pada-MU, ktika kami slalu meminta banyak2 pada-MU tapi saat itu pula kami lalai mengerjakan amal-amal sholeh. Melalaikan tugas kami sebagai wakil-MU untuk menyampaikan rahmat-MU di bumi dan seluruh alam. Astaghfirullah …
Ok, Mel. Yuk, kita terus belajar bareng lagi
Setelah bisa MEMBACA Al Qur’an terus FAHAMI dengan hati, KERJAKAN, dan SYIARKAN. lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh.
أَعَوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Arai bilang “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Uhmmm…jadi inget diskusi kita kemaren malem, Mel. Ternyata Allah itu lebih dan lebih dari yang Arai perkirakan, Mel.
Allah tak hanya memeluk mimpi-mimpi kita, Allah malah sudah terlebih dulu memberikannya pada kita (manusia) sebelum kita bermimpi. Saat ’sesuatu’ yg kita mimpikan ato dicita-citakan itu TERWUJUD untuk kita maka kita menganggap mimpi kita TERKABUL.
Dan Dia telah MENUNDUKKAN UNTUKMU apa yang di langit dan apa yang di bumi SEMUANYA, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang BERFIKIR. (Q.S Al Jaatsiyah : 13)
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan UNTUKMU. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (UNTUKMU) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada TANDA-TANDA (KEKUASAAN ALLAH) bagi KAUM yang MEMAHAMI (nya), (Q.S An Nahl : 12)
Tidakkah kamu PERHATIKAN sesungguhnya Allah telah MENUNDUKKAN untuk (KEPENTINGAN)MU apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan UNTUKMU nikmat-Nya LAHIR dan BATIN. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Q.S Luqman : 20)
Subhanallah! Segala Puji hanyalah milik Engkau, Ya Rabb!
So, saat kita slalu minta sesuatu melalui mimpi/cita-cita kita, saat itu pula sudahkah kita mengamalkan apa2 yg diperintahkan Allah pd kita? Allah sendiri sudah memberikan tuntunan-NYA buat kita melalui Al Qur’an.
Ampunilah kami, Ya Allah. Kami sungguh-sungguh malu pada-MU, ktika kami slalu meminta banyak2 pada-MU tapi saat itu pula kami lalai mengerjakan amal-amal sholeh. Melalaikan tugas kami sebagai wakil-MU untuk menyampaikan rahmat-MU di bumi dan seluruh alam. Astaghfirullah …
Ok, Mel. Yuk, kita terus belajar bareng lagi
Setelah bisa MEMBACA Al Qur’an terus FAHAMI dengan hati, KERJAKAN, dan SYIARKAN. lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh.
Han, sebenarnya judul tulisan ini dikutip dari quote seseorang bernama James Dean, yang bunyi lengkapnya kira2 begini: Dream as if You’ll Live Forever, and Live as if you’ll die today…
Jadi bermimpilah seakan2 kau hidup selamanya, optimis. tapi beribadah dan berbuatlah yang sebaik2nya pada hari ini karna mungkin hari ini akan menjadi hari terakhir dalam hidupmu…
Buat mas arya,, makasih ya… subahanallah… karunia-Nya selalu mengalir utk kita tanpa pernah kita sadari…
Dengan mimpi kita punya harapan, semoga bukan hanya mimpi tetapi ada tindakan nyata untuk meraih mimpi itu, kita hanya berusaha Allah yang mennetukan semuanya
mbak saya pinjem gambarny yah
buat dimasukin ke blog saya…
Mel, saya pinjem foto dreamnya…thx
wah laku ya fotonya! hehehe silakan monggo… bukan punya saya koq… Kayak kata trans, milik kita bersama…
Sering kali kita mengejar MIMPI
Seolah – olah impian itu adalah TARGET
Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR
Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI
Hidup adalah untuk IBADAH
Ibadah itu bukanlah BERMIMPI
Karena ibadah adalah hidup HARI INI
Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI
Masa depan adalah MISTERI
Masa lalu adalah HISTORI
Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN
MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
http://fusion-kandagalante.blogspot.com
bener banget…cm itu yang bisa gw bilang ke loe
kandagalantes: saya cuma bs bilang… bahwa saya pernah membaca buku… Jalan Cinta Para Pejuang. Disana dikatakan bahwa Rasul saw pernah bersabda: “Bila engkau meminta surga, mintalah surga Firdaus” (Mohon dibenarkan jika salah)… Nah, dari sana, saya mengambil kesimpulan bahwa kita pun diminta untuk bermimpi. Bukan cuma angan2 kosong tentunya,, tetapi mari kita jadikan mimpi itu sebagai pemicu. semangat. motivasi. dan ketika kita bermimpi, kita berikhtiar… karna tak ada yg mustahil baginya,, ketika Dia berkata “Jadi!” maka jadilah ia…
mirza: thx mirza…
inti dari doa itu kan ada di al-fatihah yaitu ya Allah tunjukkanlah jalan yang lurus, jalan yang engkau ridoi bukan jalan yang tidak diridoi lagi di murkai.
apakah bermimpi surga itu suatu jalan kepada jalan yang lurus?
Khawatirnya mimpi itu hanya permainan pikiran kita untuk menstimulus diri dengan rasa enak dan kesenangan….
trims
Allah menurut prasangka hamba-Nya Bro,,,
jadi ga ada salahnya kita berharap. Karna jika bukan kepada-Nya, kepada lagi kita berharap?
kasian dong Allah jadi pembantu kita or budak kita karena mengikuti prasangka hambanya
wah setau saya itu hadist/ayat bahwa Allah mengikuti prasangka hamba-Nya.
Allah menurut prasangka hamba-Nya
itu ialah sindiran untuk kita yang selalu mengatur Allah SWT sesuai dengan keinginan kita , jadikanlah Allah SWT sebagai tuhan kita