
Menulis… Menulis…
Kenapa seorang suka menulis? Hmm,,, mungkin dengan menulis, kita bisa mengaktualisasikan diri kita. Meskipun tulisan kita ga dibaca banyak orang kayak tulisan wartawan-wartawan gosip, menulis di blog ini merupakan suatu keasyikan sendiri. Kapan ya aku pertama kali nyoba ngeblog? Mungkin kira-kira empat tahunan yang lalu, di blog nya indosiar.com waktu lagi jaman-jamannya acara AFI di TV trus aku suka buka web-nya indosiar. Trus buat juga di blogspot, blogger, friendsterblog dan terakhir di wordpress ini. Bahkan dulu, aku juga punya blog rahasia karna menjadi secret admire-nya seseorang yang kusebut mr2kind. Hehehehe hal ternorak yang pernah kulakukan… :p Tapi sayangnya, karna ga pede ma tulisan sendiri, isi blog-blog nya kuhapus semua. Baru mulai mau nulis lagi itu akhir-akhir ini setelah mengumpulkan kepercayaan diri yang cukup. Kata lainnya, sekarang saya udah narsis lho, hehehe
Waktu ikut training, dijelasin bahwa kita manusia harus membaca. Iqra, bacalah dengan nama Tuhanmu… Itu wahyu pertama yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Lalu kemudian setelah iqra, ada nun yaitu menulis.
Seorang guru besar psikologi (dosenku maksudnya) pernah berkata bahwa iqra itu artinya kita harus kritis dengan apa yang terjadi. ”Membaca” setiap kejadian yang terjadi di dunia. Aku punya beberapa sahabat yang tak suka membaca buku. Tapi dia tetap menjadi seseorang yang punya pemikiran terbuka, pemahaman yang luas tentang hal-hal yang terjadi. Kenapa? Karna ”membaca” itu bukan hanya bisa didapat dari membaca sebuah buku tapi juga melalui media-media lain seperti film ataupun langsung mengobservasi setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita.
Lalu nun. Menulis. Bahasan kita sekarang. Menurut pemahamanku sebagai orang yang awam (mohon kritiknya kalau salah ya?), jika iqra itu berarti kita mengkritisi sesuatu yang terjadi maka nun adalah mengeluarkan pikiran dan pendapat kita terhadap sesuatu hal. Nun bukan hanya menulis tulisan yang terdapat banyak huruf dan kata, karna tak semua orang suka menulis, tetapi lebih ke bagaimana kita berpendapat tentang sesuatu hal yang ada. Mungkin dengan tulisan itu sendiri atau cara-cara lain seperti pidato, ceramah bahkan sekedar berdiskusi (bukan bergosip ya…). Aku sendiri lebih memaknai nun itu dengan menyampaikan pendapat secara langsung (secara Emel cerewet) atau menulis di diary, blog dan sejenisnya.
Ada satu pepatah yang pernah disampaikan seseorang sahabat dulu waktu aku kuliah di Unsri. Bunyinya kira-kira begini, ”Jika ilmu adalah unta, maka talinya adalah pena”. Maksudnya, supaya unta tidak hilang, tentu harus diikat dengan tali bukan? Nah, supaya ilmu yang kita miliki itu tak hilang atau sekedar menguap saja, ada baiknya supaya kita ikat. Kita tulis dengan pena kita. Supaya kelak, ilmu itu bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Jadi buat sahabat-sahabatku, ayo menulis!

Duh…
Banyak yang berubah nih dari Mel.
Maaf klo jadi banyak ketinggalan info, waktu itu sibuk nyiapin walimah
wah
keren mel
well
ilmu adalah air yang mengalir dan pena itu gelas yg membuat air itu mejadi lebih berguna….
sepakat….
Semangat!!
tulisanmu semakin membaik Mel, Keep up the Good Work
na kagum ma konsistensimu dalam berusaha
suatu saat aku pasti bakal belajar banyak dari kamu, bu ^____^
oya! akhirnya,,, aku uda nulis tentang film AAC yang pernah kuceritain ke kamu.
dan sekarang giliranku, ada namamu Mel! hehehe
Seorang sahabat, mas Keke namanya, bilang gini, “Jangan takut bikin blog berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat Al Qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling memberitahu, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan. Jangan takut tulisan kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, “Sampaikan Dari-Ku Walau Satu Ayat“;)
Teruslah mengikat ilmu dengan menulis, Mel. Jadikan tulisan-tulisan itu cindera jiwa, yang didalamnya terdapat cahaya, cahaya di atas cahaya. Semoga selalu menjadi ladang amal jariyahmu. Amiin.
hebat emell..semangat terus yah nulisnya
pengen nambahin dikit, kalo Iqra itu maknanya sangat luas, nggak sekedar membaca, iqra bisa bermakna melihat, memerhatikan, mengkritisi, meneliti dan sebagainya, mungkin lebih tepat ke pemaknaan ‘baca’, i mean baca dalam tanda kutip kan bisa berarti banyak
Subhanallah betapa lembut ALLAH menuliskan Kalam-Nya dalam bentuk kata-kata Indah yang abadi
marii kita ber”Iqra” dan ber”Nuun” bersama..
“ikatlah ilmu dengan menuliskannya” – Imam Ali Ibn Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
makasih ya support kalian semua,,,
tolong terus dibantu kritik dan sarannya…
buat nike, iya,dah lama ya kita ga ngobrol2…
buat subhan, ayo gabung di wordpress!!!
buat mas arya, makasih utk yg kesekian kali… komenmu mempercantik tulisanku (halah, hehehe)…
buat Nana,,, I love u Pal!!! kita memang sang pecinta dan pejuang cinta sejati! (hehehe lebih ga jelas…)
buat mas Fahri, makasih udah ksi tau klo Nun itu tulisannya “u” nya dobel alias Nuun… Harap maklum ya mas, ane msi belajar…
sukran2 semua…
yang baik berasal dari Allah, segala kekurangan berasal dari saya…
wassalam.
Pernah punya blog bayangan ya. Saya sempat punya Fs bayangan. Malahan ampe Gw ngakunya Cewek lagi. Lumayan buat ngisengin teman.
tulisannya Ok.
Klo ngeblog, saya baru aja mulai, soalnya sekarang banyak sekali waktu luang. Dari pada melamum dan melamun terus. Nulis aja, lagi pula gak ada guru yang akan memarahi klo tulisanku gak ada kalimat topiknya, tanda baca salah, gak nyambung, KAMU NULIS APA SIH, ato apalah…. suka-suka ku. Di blogku dewe kok.
makasih ya mas asmara,,, salam kenal… ayo menulis!!!