Filosofi cinta

24 03 2008

Sebelum aku memulai tulisan ini, sejujurnya aku merasa tidak pantas untuk menulis sesuatu tentang cinta. Aku hanyalah seorang pecundang dalam cinta. Ditambah lagi dengan gaya bahasa blog saya yang ‘aneh’, membuatku lebih tak percaya diri lagi untuk menulis. Terkadang aku pakai kata ‘saya’, kadang-kadang juga pakai kata ‘aku’, apakah aku akan menulis dengan kata ‘gue’? Sejak kapan anak Melayu ngomong ‘gue, loe, doi, doski’? (Andrea Hirata banget! hahahaha)

Sebelum aku menulis ini, saya berkunjung ke blog sahabat-sahabat,,, sebut saja, Nana, Akhi Fachry, Atok dll. Dan aku semakin sadar, aku payah dalam menulis. Kata-kata yang mereka tulis begitu indah dan mengalir. Sedangkan aku? Rumit dan susah dimengerti. Seperti jalan pikiranku… Tapi aku mencoba untuk tidak peduli. Ini blogku. Tempatku mengeluarkan uneg-unegku. Kemaren waktu aku foto studio bersama seorang sahabat, photografernya bilang kalau foto itu adalah karakter. Jadi Emel, berfotolah seperti Emel. Tidak usah meniru foto orang lain. Begitu juga dengan blog. Ini adalah blogku. Karakterku. Tidak usah meniru blog orang lain. Betul?

Kembali ke masalah cinta.

Di shoutout friendster sahabatku (sebut merk, Nana), ada kata-kata:

“Bukanlah Cinta jika hanya membuatmu ingin selalu bersamanya… Karena Cinta sesungguhnya membuatmu ingin selalu membahagiakannya.”

Setuju!!! Sumpah, aku setuju banget dengan kata-kata di atas. Aku merasa itulah cinta. Tak harus memiliki. Terdengar klise. Basi. Naif. Tapi itulah cinta. Kalau cinta itu tulus, dia tak akan menuntut. Meski tak selamanya mau menurut.

Ditambah lagi, Jumat kemaren, aku ngobrol sama Nana, tentang filosofi cinta yang berkata:

”Tak ada cinta bertepuk sebelah tangan. Karena tak ada seorang pun yang bisa menolak cinta. Yang mereka tolak, bukanlah cinta itu, tapi keinginan atau hasrat untuk memiliki.’

Lagi-lagi, setuju!!!

(Nana is cool,,, hehehe)

Tambahan basi lagi yang mau aku tambahin, cinta itu universal. Bukan cuma cinta antara pria dan wanita. Tapi juga cinta kepada diri sendiri, orang tua, saudara, sahabat, bahkan kepada Tuhan. Itulah cinta. Tapi cinta antara pria dan wanita itu sangat digembar-gemborkan. Seakan-akan cinta itulah yang paling berharga. Mengapa? Karna cinta itu dipengaruhi oleh nafsu, ambisi, hasrat, bahkan benci.

Bahasan tentang cinta itu takkan cukup kalau hanya untuk dituliskan di sebuah blog. Perlu beratus-ratus bahkan ribuan buku untuk menjelaskan tentang cinta. Tapi itu hanya bisa menjelaskan sepersekian dari cinta itu sebenarnya. Karena tulisan adalah buah pikiran. Sedangkan cinta bukan pikiran, bukan juga logika, tapi perasaan. Seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa manusia itu adalah rasa bukan pikiran. Pikiran hanya alat dari rasa itu sendiri.

Konyol memang kalau mengingat cinta yang pernah terjadi di dalam diri kita. Kadang-kadang merasa bodoh, ”koq bisa ya aku…..” atau apalah. Tapi pikiran itu biasanya muncul ketika rasa itu sudah hilang. Barulah pikiran yang mengambil alih. Ketika logika sudah mulai jalan, barulah kita sadar, ”betapa bodohnya aku bla bla bla..”.

Hanya saja bagiku terkadang itu bukanlah kebodohan. Bukan kekonyolan. Setiap perjuangan (yang mengandung pengorbanan) adalah pembelajaran bagi kita. Bukankah kita akan selalu belajar selama hidup kita? Apalagi kalau perjuangan itu berasal dari hati dan diikuti dengan keikhlasan. Meskipun kalah, akan selalu indah untuk dikenang.


Actions

Information

20 responses

24 03 2008
Ariyo

Mengutip paragraf terakhirmu,”… Bukankah kita akan selalu belajar selama hidup kita? Apalagi kalau perjuangan itu berasal dari hati dan diikuti dengan keikhlasan…” Aku jd inget obrolan enam mata dengan 2 orang sahabat baik semalem tadi. Subhanallah…ternyata ‘nyambung’ dengan uneg-uneg kmu.

Kala perjuangan manusia dilandasi Ihsan, berasal dari hati dan keikhlasan, tak peduli menang atau kalah, yakin segala sesuatu dari Allah tak ada yg sia-sia. Alhasil tak hanya indah dikenang, tapi Allah jg memberikan penghargaan tertinggi bagi si manusia. Disini Allah mengingatkan kami melalui Q.S Al Fajr : 27-28, terjemahannya gini: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”.

So?? hati ini sudah diberi kepuasan, ternyata masih ditambah lagi dengan Ridha Allah. Allahu Akbar!

Oiya, makasih mau bagi2 pelajaran hari ini. Besok lagi ya :) Yup! Because everyday is learning. Alhamdulillah! Segala Puji hanyalah Milik-Mu Ya Allah …

25 03 2008
Atok

Emm, kalau seandainya aku bisa memilih, aku pasti akan memilih untuk tidak mencintai manusia, aku akan memilih hanya mencintai Allah…

Mencintai manusia yang bukan karena Allah, hanya akan menyisakan penderitaan. Rasa rindu, rasa takut kehilangan, rasa takut disakiti dan penderitaan yang lain. Mencintai bukan karena Allah itu palsu, karena mencintai karena Allah itulah yang sejati.

25 03 2008
NaNa

Akhirnya ditulis juga,,,,
sip! Emang gayanya lebih Emel banget ^______^…

selamat menemukan jati dirimu dalam menulis, sahabatku
Ingat setelah “Iqra” ada “nun” (menulis)

yuksss, kapan2 kita lanjut lagi ngobrolin tentang Cinta (emang gak ada matinya ho-ho-ho)

Aku punya topik baru nie; pernah denger tentang
“GOD Bless the broken road” ??
(buat review monggo dibaca dulu blogku yang ini : http://gek_nana_jegeg_sajan.blogs.friendster.com/gek_nana/ )
wuih,,, ini resep mujarab buat yang lagi patah hati, serius lho!! hihihi :)

Keep Smiling,Keep Shinning,Keep Fighting, Keep Tawaqal

NaNa
si penCinta

26 03 2008
emeld

Setuju Tok,,, doakan saya ya supaya bisa seperti itu… Allahuakbar!!!
Buat Mas Arya,, sukran,,, lagi-lagi, masukkannya sangat menyentuh…
Dan buat sahabatku Si pecinta,,, semoga kita bisa bersama2 menyebarkan cinta di muka bumi ini ya… Semoga dengan cinta kita,,, dunia dapat menjadi tempat yang lebih baik lagi… Heal the world (with our love), make it a better place…

27 03 2008
NaNa

Ayo kita menCinta Emeld (harus pake ‘D’ hehe)
tentu karena satu Alasan, demi Cinta-Nya yang sejati ^____^
(sepakat dengan Atok)

Salam Penuh Cinta untuk semua..
Si PenCinta

6 04 2008
nyamukbingung

“Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta tak sekedar ungkapan jiwa
Cinta adalah CINTA” – Padi

Cinta itu ya CINTa itu sendiri, semakin kita berusaha menerjemahkannya, semakin itu pula kita mendistorsi maknanya..

kalo kata temen “kalo mw ngomongin CINTA ya harus pake Hati, kalo cuma pake otak nggak akan ‘dapet’..”

jadi inget, ada yang bilang “semua yang dari hati akan kembali ke hati”

semangat ya mel..tetep “Nuunn” yaah :-)

6 04 2008
emeld

yup… sukran akhi…
semangat!

1 11 2008
iJuL_aLerT

cinta tak mesti berpihak pada keadaan
cinta datang tanpa berpikir,karena cinta telah memiliki pikiran sendiri yang terkait oleh perasaan.

7 04 2009
andy harimukti

cinta yang di tulis benar2 keren. apalagi kata pembuka yg penuh kerendahan ht. semoga lbh buka pengetahuan kita atas kebesaran Allah S.W.T

8 04 2009
emeld

makasih,,, saya ikut senang klo bs bermanfaat, makasih juga udah mampir..

25 04 2009
arif

keren, sekarang kita punya rabiatul adawiyah baru……………

29 04 2009
emeld

siapa???

30 04 2009
conan

assalamu’alaikum..
sukran atas ht2 hamu pagi ni.
hdp adalah prjuangan.mmprjuangkan apa aj psti bth pngorbanan meski ending na tak sprt yg kita hrpkan. sbr & ikhlaslah kunci dlm mnrm sgla ktentuan ALLAH ajja wajalla.

manusia yg sejati adalah yg sdr saat mmpnyai mslh lalu mnyingkapi na dngan pkrn yg positif penuh analitis ,optimis, & rasionalis. lalu mnylsaikan na dgn ber ikhtiar & mohon prtlngan pd ALLAH AJJAWAJALLA.

sdrilah & renungilah tmn2 bhwasanya hdp hnya smenntara. pcrn dijalin hanyalah mngukir DOSA DAN DOSA. indhnya hdp tnpa hares pcrn.

maaf bagi tmn2 yg gx stju dgn prinsip hdp ku.

1 05 2009
emeld

waalaikumsalam…

maaf mas, tp sepertinya tulisan saya di atas tidak membahas pacaran… hooho

tp terima kasih udah komen di blog saya,,, sering2 mampir dan bertukar pikiran, wassalammualaikum…

29 05 2009
ayou

menurut loe,,,,,,,,,,,,,,
pa seh cinta yg sebenarnya ?????
knp ssorang bsa mendrita krna cintan ??
n knp ssorg ga prnh bsa mnrima org yg mncintai dy

4 06 2009
emeld

wah…. gw sejujurnya juga ga ngerti apa itu cinta… hehehe

22 07 2009
ahmad taufan

cinta kadang membuat hati remuk.tapi aku percaya bahwa cinta itu abadi

1 08 2009
hillma

setuju tok, sebaik2nya manusia pasti ada cela nya!!

1 08 2009
emeld

ikut setuju! hehe

16 09 2009
Setiawan

cinta seperti minuman keras…
apabila kita meminum piala kasih sayang
maka kita tenggelam kedalam lautan keindahan
dan bila meminum piala cinta-Nya
dia takkan merasa senang dengan yang lainnya

Leave a comment