Anggukan Universal

31 03 2008

 

baby

Beberapa hari yang lalu, aku mampir ke blog sahabat (again, Nana!). Disana ada bahasan yang cukup panjang dan menarik tentang novel Ayat-Ayat Cinta. Novel yang menurutnya sangat menjual mimpi seorang laki-laki. Seorang Fahri, yang tidak begitu tampan dan tidak juga kaya, tetapi dicintai dengan tulus oleh empat wanita sekaligus yang cantik-cantik dan kaya-kaya. Buat lebih jelasnya dengan apa yang ditulisnya, sahabat bisa langsung klik ke blog empunya. Tapi ada kata-kata yang menarik disini.

…Jika memang begitu banyak yang menyukai novel bestseller yang difilmkan ini, adakah memang mereka merindukan cinta Tuhannya? Atau hanya ilmuan buta yang terkena euphoria?….

 

“Adakah memang mereka merindukan cinta Tuhannya?” Menjawab pertanyaan Nana, aku berpendapat, ya. Ingat ”anggukan universal” kan Na?

Ketika sahabat melihat seorang anak kecil dengan baju lusuh, muka kelaparan dan mengemis, apa yang ingin sahabat lakukan? Memberi kepada anak kecil itu kan? Dimana pun sahabat berada, sahabat pasti akan merasa kasihan dan ingin memberi. Begitu pula dengan perang. Aku yakin, dari hati yang terdalam di setiap manusia, tidak ada yang menyukai perang. Itulah ”anggukan universal”. Karena setiap manusia rindu pada sifat Tuhannya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Jadi pendapatku, mereka bukan ilmuan buta yang terkena euphoria. Tapi mereka memang benar-benar rindu akan cinta Tuhannya. Karena pada dasarnya, setiap manusia rindu akan Tuhannya. Wallahu’alam.





Sebuah cerita

31 03 2008

Malam ini, tanggal 30 Januari 2008, ketika mataku sudah mulai mengantuk, tapi aku tahu aku belum ingin tidur dan meskipun aku tidur-tidurkan, tak kan lekas tertidur jua, aku ingin menulis. Menulis tentang sesuatu yang bernama kehidupan. Tapi perlu kutekankan bahwa meskipun ingin sekali menulis tentang kehidupan, aku bukan seorang guru yang telah makan asam garam kehidupan. Aku tetaplah seorang murid yang masih mencoba belajar untuk mendefinisikan arti kehidupan itu.

Sewaktu aku kecil, pada saat duduk di bangku sekolah dasar, aku tak mempunyai banyak teman. Dulu, aku memang bukanlah anak yang pandai bergaul. Aku anak rumahan. Di sekolah pun pergaulanku itu-itu saja. Satu kelas hanya berisi 12 orang kalau aku tak salah. Tapi tujuanku menulis ini bukan untuk membuat Laskar Pelangi menyaingi Andrea Hirata, karena selain belum mood untuk bercerita tentang kesebelas orang itu, aku juga pasti takkan bisa menyaingi penulis hebat yang bukunya dicetak ulang dalam jangka waktu sepuluh hari itu.

Aku ingin bercerita tentang sepupuku. Ada dua sepupu yang sangat akrab denganku ketika kecil, sebut saja namanya Budi dan Rudi. Mereka bersaudara. Mereka sering kali tinggal bersamaku di rumah. Mereka juga merupakan sasaran amukanku yang terkenal egois sewaktu kecil. Ya Rabb semoga sifat buruk itu telah terlepas dariku dewasa ini, amin. Dan mungkin karena besar dan tumbuh bersama mereka, aku menjadi gadis yang tomboi, yang alhamdulillah sudah banyak berkurang ketomboiannya sekarang meskipun kata orang-orang gayaku berjalan masih sangat macho.

Budi, usianya 2 tahun lebih tua dari usiaku. Sifatnya sabar, anaknya pintar. Otaknya cerdas dan keahliannya menggambar juga sangat hebat. Lain halnya dengan Rudi, anaknya sedikit licik dan mau menang sendiri. Tetapi pada dasarnya dia baik hati dan mempunyai cita-cita yang mulia. Ia ingin menjadi ABRI dan membuat bangga orang tuanya. Sebenarnya mereka berdua merupakan dua makhluk yang penuh cita-cita. Hidup dengan sedikit terabaikan oleh orang tuanya yang bercerai dan kemudian kedua-duanya menikah lagi membuat mereka menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Tetapi dikarenakan himpitan ekonomi dan pergaulan yang menurutku tidak begitu baik, membuat mereka menjadi “jahat”. Bukan jahat dalam arti sesungguhnya tetapi mereka telah berubah. Seakan tidak ada lagi rasa optimis dan idealisme yang pernah muncul di diri mereka. Semua itu menjadi hilang, lenyap.

Setamat SMA, mereka bekerja semerawut. Kadang-kadang menjadi sopir angkot, kadang menjadi penjaga gudang kopi dan terkadang hanya menganggur malas-malasan jika sudah terkumpul sedikit uang. Saat itu aku mulai putus kontak dengan mereka dan hanya sesekali berkirim sms. Itu pun hanya sesekali, benar-benar sekali-sekali. Suatu hari kudengar kabar kalau mereka merantau ke Jakarta. Budi menjadi buruh di pabrik salah satu sabun colek. Dia mengirimiku sms waktu itu sekedar untuk minta dikirimi pulsa ke nomor hape-nya.

Hari ini aku tak menduga ada sms lagi dari Budi untukku. Dia bertanya apa kabarku. Lalu kemudian dia bercerita kalau dia lagi berusaha membebaskan Rudi yang masuk penjara. Rudi ditahan polisi karena berkelahi dengan salah satu anggota polisi dan memukulnya. Rudi kecil yang kukenal dulu memang belum berubah, masih penuh emosi dan mau menang sendiri. Ya kuharap setelah kejadian ini dia dapat menjadi lebih penyabar sedikit. Kabar gembira malah kuterima dari Budi yang berkata bahwa ia telah menikah dengan perempuan yang berasal dari Tangerang dan mempunyai seorang anak laki-laki. Aku katakan padanya, jadilah suami yang baik. Dia berkata InsyaAllah akan menjadi suami yang baik. Dan ada kata-kata smsnya yang membuatku terharu. Dia bilang, “Selalu ingat ini ya Mel, kata yang indah adalah ‘Allah’, lagu yang merdu adalah ‘Azan’, media yang terbaik adalah ‘Al-Quran’, senam sehat adalah ‘sholat’, diet sempurna adalah ‘puasa’, kebersihan menyegarkan adalah ‘wudhu’, perjalanan indah adalah ‘haji’, kayalan baik adalah ingat akan ‘dosa dan taubat’.” Semoga kata-kata indah yang dikutipnya entah darimana itu merupakan suatu bentuk keimanan dari dalam hatinya. Dari dalam hati sepupuku yang sejak dulu aku tahu bahwa hati itu merupakan hati yang mulia, yang sangat sabar dan penyayang. Wallahu’alam.





Wanita

26 03 2008

Bukan dari tulang ubun ia dicipta, sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja…

Tak juga dari tulang kaki, karena nista untuk menjadikannya diinjak dan diperbudak…

Tetapi dari rusuk kiri, dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi…

(unknown)

Subahanallah… Itulah wanita,,, makhluk Allah yang sangat unik, bahkan terkadang aneh (klo ini mah kayaknya cuma Emel doang yak? hehehe).

Pada dasarnya wanita itu mempunyai hati yang lembut. Jadi, buat para sahabat lelakiku, jangan pernah menyakiti kelembutan hati wanita. Jangan pernah kau bohongi dia. Karna hati itu sangat peka, sangat sensitif. Ia akan merasakan kebohonganmu. Dan sekali hati yang lembut itu tersakiti, maka ia akan berubah. Bukan lagi sebagai hati yang lembut tapi sebagai hati yang tegar. Tapi terkadang ketegarannya bisa menjadi cenderung lebih ‘kejam’. (waduh…)

Wanita itu juga kuat. Uniknya, ia dapat bertahan menghadapi segala cobaan dengan tangisnya. Tangis yang malah identik dengan cenggeng. Tangis yang membuat wanita terlihat lemah tapi sebenarnya tangis itulah yang membuat mereka jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Dan sekarang, ketika aku mengetik kata-kata ini, aku sangat merindukan seorang wanita. Yang sampai kapan pun takkan bisa kubalas jasanya. My Mom. Tetap jadi wanita yang kuat ya Ma’… I Love You…





Filosofi cinta

24 03 2008

Sebelum aku memulai tulisan ini, sejujurnya aku merasa tidak pantas untuk menulis sesuatu tentang cinta. Aku hanyalah seorang pecundang dalam cinta. Ditambah lagi dengan gaya bahasa blog saya yang ‘aneh’, membuatku lebih tak percaya diri lagi untuk menulis. Terkadang aku pakai kata ‘saya’, kadang-kadang juga pakai kata ‘aku’, apakah aku akan menulis dengan kata ‘gue’? Sejak kapan anak Melayu ngomong ‘gue, loe, doi, doski’? (Andrea Hirata banget! hahahaha)

Sebelum aku menulis ini, saya berkunjung ke blog sahabat-sahabat,,, sebut saja, Nana, Akhi Fachry, Atok dll. Dan aku semakin sadar, aku payah dalam menulis. Kata-kata yang mereka tulis begitu indah dan mengalir. Sedangkan aku? Rumit dan susah dimengerti. Seperti jalan pikiranku… Tapi aku mencoba untuk tidak peduli. Ini blogku. Tempatku mengeluarkan uneg-unegku. Kemaren waktu aku foto studio bersama seorang sahabat, photografernya bilang kalau foto itu adalah karakter. Jadi Emel, berfotolah seperti Emel. Tidak usah meniru foto orang lain. Begitu juga dengan blog. Ini adalah blogku. Karakterku. Tidak usah meniru blog orang lain. Betul?

Kembali ke masalah cinta.

Di shoutout friendster sahabatku (sebut merk, Nana), ada kata-kata:

“Bukanlah Cinta jika hanya membuatmu ingin selalu bersamanya… Karena Cinta sesungguhnya membuatmu ingin selalu membahagiakannya.”

Setuju!!! Sumpah, aku setuju banget dengan kata-kata di atas. Aku merasa itulah cinta. Tak harus memiliki. Terdengar klise. Basi. Naif. Tapi itulah cinta. Kalau cinta itu tulus, dia tak akan menuntut. Meski tak selamanya mau menurut.

Ditambah lagi, Jumat kemaren, aku ngobrol sama Nana, tentang filosofi cinta yang berkata:

”Tak ada cinta bertepuk sebelah tangan. Karena tak ada seorang pun yang bisa menolak cinta. Yang mereka tolak, bukanlah cinta itu, tapi keinginan atau hasrat untuk memiliki.’

Lagi-lagi, setuju!!!

(Nana is cool,,, hehehe)

Tambahan basi lagi yang mau aku tambahin, cinta itu universal. Bukan cuma cinta antara pria dan wanita. Tapi juga cinta kepada diri sendiri, orang tua, saudara, sahabat, bahkan kepada Tuhan. Itulah cinta. Tapi cinta antara pria dan wanita itu sangat digembar-gemborkan. Seakan-akan cinta itulah yang paling berharga. Mengapa? Karna cinta itu dipengaruhi oleh nafsu, ambisi, hasrat, bahkan benci.

Bahasan tentang cinta itu takkan cukup kalau hanya untuk dituliskan di sebuah blog. Perlu beratus-ratus bahkan ribuan buku untuk menjelaskan tentang cinta. Tapi itu hanya bisa menjelaskan sepersekian dari cinta itu sebenarnya. Karena tulisan adalah buah pikiran. Sedangkan cinta bukan pikiran, bukan juga logika, tapi perasaan. Seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa manusia itu adalah rasa bukan pikiran. Pikiran hanya alat dari rasa itu sendiri.

Konyol memang kalau mengingat cinta yang pernah terjadi di dalam diri kita. Kadang-kadang merasa bodoh, ”koq bisa ya aku…..” atau apalah. Tapi pikiran itu biasanya muncul ketika rasa itu sudah hilang. Barulah pikiran yang mengambil alih. Ketika logika sudah mulai jalan, barulah kita sadar, ”betapa bodohnya aku bla bla bla..”.

Hanya saja bagiku terkadang itu bukanlah kebodohan. Bukan kekonyolan. Setiap perjuangan (yang mengandung pengorbanan) adalah pembelajaran bagi kita. Bukankah kita akan selalu belajar selama hidup kita? Apalagi kalau perjuangan itu berasal dari hati dan diikuti dengan keikhlasan. Meskipun kalah, akan selalu indah untuk dikenang.





God, give me a hug, Please…

19 03 2008


Exciting Minx Exchanging Loving and Delightful, Arousing Hugs

Get Your Sexy Name

Kapan ya pertama kali denger kata2, “give me a hug…”. Mungkin waktu nonton2 film Hollywood… Ketika seseorang merasa sedih, lelah, capek dengan seluruh urusan dunia,, orang akan meminta sandaran dengan ‘sahabatnya‘, entah itu ibunya, saudaranya, temannya, pacarnya atau siapapun yang bisa disebut sebagai sahabat…

Entah juga kapan pertama kali aku mempraktekan hal tersebut,,, tapi yang pasti aku tau ketika kita merasa semua seakan hilang, kita perlu tempat bersandar. Dan ketika aku berkata, “give me a hug…” dengan sahabatku, dan dia memelukku rasanya damaaaiii sekali…

Contohnya hari ini,,, aku merasa puihh… capek,, dengan semuanya… Ketika masuk kelas,,, aku duduk di sebelah sahabatku… Dan ga mungkin aku minta peluk saat itu,,, karna aku datang terlambat, dosen sudah mengajar dan aku ga mau dibilang ‘aneh’ (kata lain dari ‘gila’) klo tiba-tiba minta peluk,,, aku cuma minta dia pegang tanganku,,, meski pun ga sedamai pada saat dipeluk,, tapi tetap saja ada energi positif yang mengalir,,, energi itu seakan-akan berkata “everything will be alright…”.

Atau ketika aku sedang menelpon sahabtku yang jauh,, menumpahkan semua pikiranku, perasaanku padanya,,, sering sekali aku bilang “kalo kamu di depanku, udah kupeluk…”. Menurutku, itu sama saja artinya dengan “give me a hug please…”. Aku butuh kamu sahabat, untuk membuat diriku merasa damai….

Dan, terlepas dari itu semua,,, aku percaya, sahabat terbaik adalah Allah SWT. Pernahkah kita mencoba ketika sedang merasa sedih,,, lalu kita shalat atau kita berdoa dengan khusuk,,, rasanya damai sekali… Karna pada saat itu, Allah sedang memeluk kita…Dan berkata “everything will be alright…”





frenemy

15 03 2008

‘The best way to destroy an enemy is to make him a friend’
.Abraham Lincoln.

Nampol banget!!
Pas banget sama pengalaman yang aku rasain.. Dulu,, aku pernah ‘ga suka’ banget sama seseorang.. Padahal dia ga salah apa-apa sih sebenarnya.. Karena ada ‘masalah yang ga bisa kuceritain disini’ ya aku jadinya ga suka aja ma dia… Tapi emang benar kata orang,, benci dan cinta itu jaraknya cuma setipis kulit bawang… Ya,, sekarang aku cinta ma dia. As a friend! Secara kita sama2 perempuan gitu.. Hahaha
Ga tau mulainya dari mana, tapi sekarang kita jd deket banget. Aku belum pernah ketemu dia. Tp aku sudah merasa dia sahabatku.. Malah sekarang,, disaat aku butuh teman berbagi, aku tinggal telpon dia trus ngobrol-ngobrol ga jelas.. Trus perasaanku langsung rada enakan.. Bahkan aku merasa, dia benar-benar mengerti apa yg aku rasain.. Aneh ya?

To her: thx Sista!





Ketika terlalu banyak melamun..

13 03 2008

Aku binggung. Apakah binggung salah satu bentuk emosi? Atau perasaan? Atau suara hati?? Hmm….

Akhir-akhir ini kerjaku lebih banyak melamun. Jujur, aku lg merasa penat.. Penat sekali. Dengan semuanya..

Aku berpikir, dengan begini semua akan baik2 saja.. Ternyata aku salah. Ya, lagi-lagi, aku salah…

Aku mencoba untuk selalu belajar. Dan satu hal yang kupelajari sekarang adalah bahwa aku tak selalu benar. Karena aku bukanlah Ya Haqqu, Yang Maha Benar..

Tapi, aku berharap semoga aku tak selalu salah…





Jilbab…

12 03 2008

Shock!!!

Itu yang kurasain waktu melihat blog seorang sahabat yang biasa kupanggil Akhi Fachry,,, Miirriiippp bgt ma sesuatu yang pernah kutulis di diary… Untuk lebih detailnya, sahabat bisa klik ke blognya akhi fachry

Dan bandingkan dengan tulisan saya:

Feb 2nd 2008, In my room, Jogjakarta 11.15 WIB

“…..Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang-gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perempuan Islam atas dirinya, atas imannya, dan atas dunia.”

(Hal.247, Sang Pemimpi, Andrea Hirata)

Hatiku tergetar sewaktu membaca tulisan itu. Aku, yang belum genap dua bulan memakai jilbab, masih sering merasa ada keraguan di dalam hatiku. Mungkin keraguan itu adalah salah satu bentuk godaan syaitan, ingin mengoyahkan imanku. Subahanallah untuk semua karunia-Nya dan astagfirullah untuk semua kesombongan atas hal-hal yang semu. Tapi keraguan itu tak ingin aku sebut sebagai penyesalan. Karena ini wujud cintaku pada-Nya, pada Allah SWT Tuhanku. Dan aku ikhlas melakukannya. Ibadah ini pun masih belum cukup untuk membalas karunia-Nya. Masih jauh dari sempurna. Atas dasar itu pula tulisan ini dibuat bukan untuk menunjukkan ‘kesolehahan’ diriku atau suatu bentuk ‘riya’, tapi untuk menunjukkan integritas diriku sebagai seorang muslimah yang masih belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dan ingin mengajak saudara-saudaranya untuk menuju jalan kebaikan.

Aneh ya?? Koq kita bisa berpikir banyak ketika membaca sebait kata dari seorang Andrea Hirata?? Apa kita yang terlalu kritis dan kurang kerjaan Akhi??





Terlalu Lelah

10 03 2008

Tertatih.

Terseok.

Aku berjalan..

Tanpa tujuan.

Tanpa arah.

Bahkan tanpa setitik sinar harapan..

Aku lelah.

Aku ingin sekali berhenti.

Untuk menangis.

Sendiri…

JOGJA, 9 Maret 2008, Suatu pagi

*Tolonglah hamba ya Rabb…





Mencoba untuk berbagi…

10 03 2008

“Ambilah inisiatif untuk menciptakan ide yang bisa berguna untuk orang banyak, sebelum engkau mengikuti ide orang lain…”

By: Seorang sahabat dari Habbiburahman El Shirazy